The Latest

Kamis, 28 November 2019, Program Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Jurusan Ilmu Hadis kali ini mendapatkan kesempatan untuk mengunjungi Prodi Ilmu Hadis UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Ada sekitar 11 orang mahasiswa yang mengikuti kegiatannya sebagai peserta, dua dosen pendamping, staf tenaga kependidikan dan pejabat di jurusan tersebut. Sebagai tuan rumah dari Prodi Ilmu Hadis. Penyambutannya diterima langsung oleh Kaprodi dan sekprodi serta dosen prodi ilmu hadis Drs. Indal Abror, M.Ag. Kemudian hadir juga di antara para peserta, wakil dekan bidang akademik Dr. Fahruddin Fais, M.Ag. selaku pejabat dari Fakultas yang membuka acara tersebut. Kunjungan ini menjadi media pembelajaran bagi para peserta untuk menimba imu hadis pada ahlinya di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Pada saat menyampaikan sambutan Jurusan Ilmu Hadis IAIN Pekalongan oleh kajurnya Hasan Su’aidi dengan menjelaskan, kegiatan ini berupaya untuk meningkatkan kompetensi keilmuan para peserta. Kegiatan ini juga mampu untuk meningkatkan kualitas hard skill para mahasiswa. Serupa dengan kajur, wakil dekan bidang akademik ikut memberikan apresiasi atas kegiatan KKL serta memberikan motivasi untuk memmulai dan menyelesaikan tugas akhir di perkuliahan.

Terselenggaranya kegiatan KKL menjadikan bagian dari langkah penting dari pengembangan keilmuan dan kontribusi untuk saling memberi kemanfaatan di antara kedua institusi. Pada sesi kuliah, bertindak sebagai nara sumber Drs. Indal Abror, M.Ag dan Dr. H. Muhammad Alfatih Suryadilaga, S.Ag. M.Ag. Keduanya menjelaskan mengenai analisis matan dan living hadis berupa sebuah kajian matan yang sedang populer di medos yang cenderung ada manipulasi dengan pemotongan teks hadis dan memaksanakan opini tertentu. Kajian tersebut kemudian dikembangkan lewat kajian hadis di ranah sosial kemasyarakatan yang dikenal dengan living hadis. Kajian ini yang menjadi icon pada kajian hadis prodi ILHA UIN Sunan Kalijaga.

Sesi penutupan pada acara ini diakhiri dengan foto bersama dan penandatanganan MOU. Nota kesepakatan antara Prodi Ilmu Hadis UIN Sunan Kalijaga dan Jurusan Ilmu Hadis yang ditanda tangani oleh masing-masing ketua prodi. Menjadi harapan melalui MOU tersebut adalah kegiatan akademik untuk meningkatkan dan memberi manfaat yang besar pada lingkungan masyarakat akademik dan lingkungan masyarakat umum. (AAM)

 Kegiatan Pembekalan PPL Mahasiswa Prodi Ilmu Hadis IAIN Pekalongan (10/10/2019)

Sebanyak 11 Mahasiswa prodi Ilmu Hadis Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Pekalongan, baru-baru ini memulai kegiatan Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) di dua Madrasah Aliyah di Kota Pekalongan, yaitu Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia (sebanyak 5 Mahasiswa)  dan Madrasah Aliyah Swasta (MAS) HIFAL (sebanyak 6 Mahasiswa).

PPL merupakan salah satu mata kuliah wajib bagi seluruh mahasiswa di lingkungan IAIN Pekalongan sehingga kegiatan ini merupakan kegiatan rutin akademik tahunan. Kegiatan PPL ini dilaksanakan dengan memperhatikan perkembangan zaman yang semakin dinamis baik dalam ranah lokal, nasional maupun global. Kegiatan PPL bagi mahasiswa Jurusan ILHA ini merupakan bagian dari upaya strategis dalam rangka merespon dinamika perkembangan masyarakat dan instansi /lembaga profesi berlandaskan nilai-nilai keislaman.

 

Penerjunan Mahasiswa PPL di MAN IC dan MAS HIFAL Kota Pekalongan (15/10/2019)

Ada yang sedikit berbeda pada pelaksanaan PPL jurusan ILHA tahun ini, jika selamaini PPL dilaksanakan di lembaga Pesantren dan Lembaga profesi lainnya, maka PPL tahun ini dikonsentrasikan pada lembaga sekolah Formal, baik negeri maupun swasta. Jelas Hasan Su’aidi, ketua prodi Ilmu Hadis (10/10/2019).

Sebagian Kegiatan MHS PPL di MAN IC

Hal lain yang menjadikan PPL kali ini berbeda adalah terkait dengan kegiatan yang dilakukan oleh para mahasiswa. Jika sebelumnya di setiap kegiatan PPL , mahasiswa hanya melakukan kegiatan pembelajaran hadis di lembaga yang dituju, maka untuk PPL yang sekarang diharapkan bahwa out put kegiatan PPL lebih jelas dan bermanfaat serta menyasar kepada generasi millennial, yaitu membuat produk kajian hadis dan ilmu hadis berbasis Aplikasi Digital. Di samping itu bentuk out put lainnya adalah artikel ilmiah dengan tema-tema kekinian dengan pendekatan atau perspektif hadis.

Koordinasi Mahasiswa PPL dengan Pembimbing dari MAN IC

Selain itu, yang menjadikan PPL ILHA terasa istimewa adalah diterimanya mahasiswa ILHA melakukan kegiatan PPL di MAN INSAN CENDIKIA kota Pekalongan. Sebab sebelumnya belum sekalipun MAN IC menerima pengajuan PPL dari Perguruan Tinggi lainnya. Hal ini sebagaimana disampaikan oleh Pembimbing MAN IC, H. Mansur Nasri, LC. MA.

Kegiatan PPL ini akan berlangsung dari tanggal 15 sampai dengan tanggal 31 oktober 2019.

Sabtu kemarin (24 Agustus 2019) , ketua jurusan Ilmu Hadis, Hasan Su’aidi, menjadi pembicara pada acara Islamic Student Patriotism Training (ISPT) yang diselenggarakan di Gedung Diklat Pemkot Pekalongan. Acara ini diikuti oleh 45 peserta perwakilan dari Madrasah Aliyah, SMU dan yang sederajat, di antaranya MAN Insan Cendekia Pekalongan, SMA 4, SMA 2 dan lainnya.

Alumni Jurusan ILMU HADIS Bisa Jadi Tentara !!!

SELAMAT NDAN !!86 !!

Mungkin kalimat itu, pas untuk menggambarkan keberhasilan mahasiswa Alumni Ilmu Hadis lolos seleksi TNI AU.

Ketua jurusan ILMU HADIS IAIN Pekalongan menjadi pembicara padaa cara seminar ke-Ta’mir-an yang diselenggarakan oleh Mahasiswa KKN Tematik yang dibimbing oleh dosen DPL, Bpk. H. Abdul Hamid, MA. Pada Jum’at siang, (23 agustus 2019).

RENCANA PEMBENTUKAN UPZ MASJID SE- KOTA PEKALONGAN

Dalam waktu dekat, Pengurus Baznas Kota Pekalongan akan mengadakan kegiatan pembentukan UPZ (Unit Pengumpul Zakat) Masjid se Kota Pekalongan. Gelaran itu akan dilaksanakan di gedung Amarta, Komplek Kantor Pemerintah Kota Pekalongan pada Senin, 26 Agustus 2019.

Dalam meningkatkan mutu dan tingkat orisinalitas karya tulis mahasiswa dan dosen, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) mengadakan kegiatan "Sosialisasi Akses Turnitin dan Grammar Checker" bekerjasama dengan bagian Perputakaan IAIN Pekalongan, pada hari Senin, 05 Agustus 2019.

Ahad, 4 Agustus 2019 lalu, telah berlangsung sosialisasi kegiatan adaptasi lingkungan di kampung Iklim Gamer. Adapun topik program yang diusung kali ini adalah "Peluang Ekonomi Melalui Pengelolaan Lingkungan". Seusai sosialisasi, rencananya dalam waktu dekat akan diagendakan kegiatan pelatihan penanaman tanaman buah anggur dan tidak menutup kemungkinan untuk tanaman yang lainnya, teknik pengelolaan pupuk dan pembimbitan. Pemilihan tanaman buah ini menyesuaikan dengan topik Program Kampung Iklim (Proklim) sedang dilakukan oleh warga setempat bertemakan “Kebun Buah Pesisir”. Serangkaian kegiatan dimaksud adalah bagian dari kontinuitas pendampingan program kampung Iklim di RW 09 Kelurahan Gamer oleh LP2M IAIN Pekalongan bersama Tim Pokja Jurusan Ilmu Hadis Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Pekalongan dengan khas program pengabdian masyarakat yang dikenal dengan program Kampung Iklim Berbasis Ihya al-Sunnah li Mashlatil Bi'ah yang telah dilakukan sejak tahun 2017. Harapannya, praktik laboratorium sosial dampingan ini dapat menumbuhkan kemandirian bagi warga setempat agar berdikari secara ekonomi dengan peluang-peluang yang muncul melalui program pengelolaan lingkungan lebih-lebih kemudian menjadi destinasi wisata kebun buah pesisir di lingkungan kota Pekalongan.(LA)

 

Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan oleh salah seorang mahasiswa Ilmu Hadis IAIN Pekalongan berupa kegiatan "Ngaji Arba'in al-Nawawiyyah di desa Babel kec. Wonokerto kab. Pekalongan. Kegiatan ini oleh mahasiswa yang bernama Ahmat Fahrurrazi setiap malam Ahad setelah shalat Maghrib hingga masuk waktu Isya. Ini merupakan salah satu bentuk pengabdian dari mahasiswa Ilmu Hadis untuk terjun ke masyarakat. Setelah mendapatkan pembelajaran di kampus dalam bidang hadis, mahasiswa juga ditanamkan pada jiwa mereka untuk bisa menyampaikan ilmu yang telah mereka pelajari kepada masyarakat. Ini merupakan langkah yang diharapkan oleh lembaga Institut sebagai bukti bahwa peran jurusan Ilmu hadis dapat mencetak kader manusia yang berilmu pengetahuan agama yang luasa dan moderat. Harapan ke depannya agar dapat semakin meningkat mahasiswa yang dapat terjun di masyarakat dari segi kuantitas maupun kualitasnya. (AAM)   

Peningkatan budaya ilmiah akademi di kampus merupakan hal yang lumrah dan perlu dilestarikan bersama di antara para dosen. FUAD sebagai fakultas yang mengusung nilai tersebut melaksanakan kegiatan diskusi rutin “Intelectual Development Program for Lectures melalui Round Table Discussion/RTD”. Kegiatan tersebut berlangsung pada hari Rabu, 31 Juli 2019 beserta jajaran Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD) IAIN Pekalongan yang pada minggu ke-4 pukul 08.00 – 11.00 WIB di Ruang Meeting FUAD lantai II.

Dijelasakan oleh Dekan FUAD, Bapak Dr. H. Imam Kanafi, M.Ag, kegiatan diskusi ilmiah dosen ini bermaksud dapat menumbuhkan budaya dosen FUAD IAIN Pekalongan untuk sharing pengetahuan antar dosen dan produktif menulis melalui media-media terutama  karya ilmiah pada jurnal sehingga dapat dibaca oleh publik akademisi. Penyajian tema yang diangkat beragam sesuai dengan keilmuan yang ada di lingkungan Ushuluddin, Adab dan dakwah terutama sesuai dengan bidang keilmuan dari narasumber. Dengan berbagai pengetahuan ini diharapkan akan tumbuh wawasan yang luas pada diri dosen, sehingga para dosen akan mengetahui ilmu-ilmu lain di luar bidangnya. Pada diskusi kali ini, menghadirkan dua pembicara, yaitu Bapak Kurdi, M.S.I., dengan tema “Pemahaman Al Qur’an untuk Islam Moderat” dan Bapak Hasan Su’aidi, M.S.I., dengan tema “Pemahaman Hadis untuk Islam Moderat”.

Pembicara pertama yaitu Bapak Kurdi, M.S.I  memaparkan tentang pentingnya memahami al-Qur’an dengan 4 kesadaran agar memiliki pemahaman al-Qur’an Islam yang Moderat. Keempat kesadaran tersebut adalah kesadaran akan historis al-Qur’an, kesadaran dalam memahami teks-teks al-Qur’an, kesadaran akan berbangsa dan bernegara dan keempat adalah kesadaran akan local wisdom. Pembicara kedua, Bapak Hasan Su’aidi, M.S.I memaparkan bahwa pentingnya Islam Wasathiyah sebagai ajaran Islam yang rahmatan lil alamin, rahmat bagi alam semesta. Terlalu tekstual akan mengarah kepada fundamentalis danterlalu kontekstual akan mengarah kepada liberalis, Islam Washatiyah merupakan Islam pertengahan.

Setelah selesai pemaparan dan kedua pembicara, kegiatan RTD dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab para dosen di Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah. Dalam diskusi tersebut dihasilkan kesimpulan bahwa Islam yang moderat adalah Islam yang dipahami dengan memiliki adab dan etika, nash al-Qur'an dan hadis sebagai obyek dan metode pemahaman, serta dapat menerima perbedaan sesama ahlu kiblah dengan tidak mudah menyalahkan pemahaman suatu kelompok selama memiliki dalil yang kuat. (AAM)

 

Page 1 of 4
We use cookies to improve our website. Cookies used for the essential operation of this site have already been set. For more information visit our Cookie policy. I accept cookies from this site. Agree