• visi misi ilmu hadis
  • hmj ilmu hadis

Berita

Ahad, 4 Agustus 2019 lalu, telah berlangsung sosialisasi kegiatan adaptasi lingkungan di kampung Iklim Gamer. Adapun topik program yang diusung kali ini adalah "Peluang Ekonomi Melalui Pengelolaan Lingkungan". Seusai sosialisasi, rencananya dalam waktu dekat akan diagendakan kegiatan pelatihan penanaman tanaman buah anggur dan tidak menutup kemungkinan untuk tanaman yang lainnya, teknik pengelolaan pupuk dan pembimbitan. Pemilihan tanaman buah ini menyesuaikan dengan topik Program Kampung Iklim (Proklim) sedang dilakukan oleh warga setempat bertemakan “Kebun Buah Pesisir”. Serangkaian kegiatan dimaksud adalah bagian dari kontinuitas pendampingan program kampung Iklim di RW 09 Kelurahan Gamer oleh LP2M IAIN Pekalongan bersama Tim Pokja Jurusan Ilmu Hadis Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Pekalongan dengan khas program pengabdian masyarakat yang dikenal dengan program Kampung Iklim Berbasis Ihya al-Sunnah li Mashlatil Bi'ah yang telah dilakukan sejak tahun 2017. Harapannya, praktik laboratorium sosial dampingan ini dapat menumbuhkan kemandirian bagi warga setempat agar berdikari secara ekonomi dengan peluang-peluang yang muncul melalui program pengelolaan lingkungan lebih-lebih kemudian menjadi destinasi wisata kebun buah pesisir di lingkungan kota Pekalongan.(LA)

 

Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan oleh salah seorang mahasiswa Ilmu Hadis IAIN Pekalongan berupa kegiatan "Ngaji Arba'in al-Nawawiyyah di desa Babel kec. Wonokerto kab. Pekalongan. Kegiatan ini oleh mahasiswa yang bernama Ahmat Fahrurrazi setiap malam Ahad setelah shalat Maghrib hingga masuk waktu Isya. Ini merupakan salah satu bentuk pengabdian dari mahasiswa Ilmu Hadis untuk terjun ke masyarakat. Setelah mendapatkan pembelajaran di kampus dalam bidang hadis, mahasiswa juga ditanamkan pada jiwa mereka untuk bisa menyampaikan ilmu yang telah mereka pelajari kepada masyarakat. Ini merupakan langkah yang diharapkan oleh lembaga Institut sebagai bukti bahwa peran jurusan Ilmu hadis dapat mencetak kader manusia yang berilmu pengetahuan agama yang luasa dan moderat. Harapan ke depannya agar dapat semakin meningkat mahasiswa yang dapat terjun di masyarakat dari segi kuantitas maupun kualitasnya. (AAM)   

Peningkatan budaya ilmiah akademi di kampus merupakan hal yang lumrah dan perlu dilestarikan bersama di antara para dosen. FUAD sebagai fakultas yang mengusung nilai tersebut melaksanakan kegiatan diskusi rutin “Intelectual Development Program for Lectures melalui Round Table Discussion/RTD”. Kegiatan tersebut berlangsung pada hari Rabu, 31 Juli 2019 beserta jajaran Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD) IAIN Pekalongan yang pada minggu ke-4 pukul 08.00 – 11.00 WIB di Ruang Meeting FUAD lantai II.

Dijelasakan oleh Dekan FUAD, Bapak Dr. H. Imam Kanafi, M.Ag, kegiatan diskusi ilmiah dosen ini bermaksud dapat menumbuhkan budaya dosen FUAD IAIN Pekalongan untuk sharing pengetahuan antar dosen dan produktif menulis melalui media-media terutama  karya ilmiah pada jurnal sehingga dapat dibaca oleh publik akademisi. Penyajian tema yang diangkat beragam sesuai dengan keilmuan yang ada di lingkungan Ushuluddin, Adab dan dakwah terutama sesuai dengan bidang keilmuan dari narasumber. Dengan berbagai pengetahuan ini diharapkan akan tumbuh wawasan yang luas pada diri dosen, sehingga para dosen akan mengetahui ilmu-ilmu lain di luar bidangnya. Pada diskusi kali ini, menghadirkan dua pembicara, yaitu Bapak Kurdi, M.S.I., dengan tema “Pemahaman Al Qur’an untuk Islam Moderat” dan Bapak Hasan Su’aidi, M.S.I., dengan tema “Pemahaman Hadis untuk Islam Moderat”.

Pembicara pertama yaitu Bapak Kurdi, M.S.I  memaparkan tentang pentingnya memahami al-Qur’an dengan 4 kesadaran agar memiliki pemahaman al-Qur’an Islam yang Moderat. Keempat kesadaran tersebut adalah kesadaran akan historis al-Qur’an, kesadaran dalam memahami teks-teks al-Qur’an, kesadaran akan berbangsa dan bernegara dan keempat adalah kesadaran akan local wisdom. Pembicara kedua, Bapak Hasan Su’aidi, M.S.I memaparkan bahwa pentingnya Islam Wasathiyah sebagai ajaran Islam yang rahmatan lil alamin, rahmat bagi alam semesta. Terlalu tekstual akan mengarah kepada fundamentalis danterlalu kontekstual akan mengarah kepada liberalis, Islam Washatiyah merupakan Islam pertengahan.

Setelah selesai pemaparan dan kedua pembicara, kegiatan RTD dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab para dosen di Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah. Dalam diskusi tersebut dihasilkan kesimpulan bahwa Islam yang moderat adalah Islam yang dipahami dengan memiliki adab dan etika, nash al-Qur'an dan hadis sebagai obyek dan metode pemahaman, serta dapat menerima perbedaan sesama ahlu kiblah dengan tidak mudah menyalahkan pemahaman suatu kelompok selama memiliki dalil yang kuat. (AAM)

 

Galeri Foto

cache/resized/f04339cb4765e041e6d23372f8e28efc.jpg
Tahun akademik 2018/2019 IAIN Pekalongan menerima Mahasiswa Hadis sebanyak 30 orang yang berasal ...

Galeri Video

We use cookies to improve our website. Cookies used for the essential operation of this site have already been set. For more information visit our Cookie policy. I accept cookies from this site. Agree