• visi misi ilmu hadis
  • hmj ilmu hadis

Olah Sampah Jadi Barang Bermanfaat, Laboratorium Sosial Ilmu Hadis IAIN Pekalongan Ajak Warga Peduli Lingkungan

21 November 2021

Pekalongan (21/11) – Ahad, 21 November 2021 telah dilangsungkan Sosialisasi dan Pelatihan Rumah Bebas Sampah, berlokasi di halaman rumah salah satu warga Dukuh Gebang, Gamer Utara, Bapak Ali Sodikin. Acara yang rencana semula dilaksanakan di wilayah RW 09 Gamer ini dialihkan ke Gamer Gebang karena terkendala banjir. Namun hal ini tidak menyurutkan niat  untuk melaksanakan agenda yang telah lama direncanakan ini.

Pokja Pemberdayaan Masyarakat Prodi Ilmu Hadis IAIN Pekalongan mengusung tema pengelolaan sampah plastik menjadi bahan bakar minyak sebagai kontinuitas dari Pendampingan Kampung Iklim Gamer, "Ihyaussunnah li Mashlahatil Bi'ah Melalui Pendampingan Kampung Iklim Gamer". Dalam kegiatan ini, Pokja pemberdayaan sosial Ilmu Hadis (ILHA) bermitra dengan Komunitas Gamer Hijau.  

Kegiatan ini menghadirkan Narasumber dari Banjarnegara berdarah asal Pekalongan, Bapak Irhamto, Peraih penghargaan Kalpataru Provinsi Jawa Tengah dan dihadiri oleh beberapa tamu undangan dari Dinas Lingkungan Hidup, PKK Kota Pekalongan dan Bapak dan Ibu Lurah Gamer serta diikuti oleh warga Kelurahan Gamer khususnya Gamer Utara, mahasiswa KKN DR dan Pokja Proklim Gamer yang merupakan Aliansi antara pemuda Gamer dengan Tim Pokja Pemberdayaan Prodi Ilmu Hadis IAIN Pekalongan.  

Selain menyampaikan teknik dan mekanisme mengolah sampah organik, narasumber memberikan pemahaman bagaimana cara mengolah sampah anorganik bisa terurai dalam waktu relatif singkat. Yaitu dengan teknik pirolisis (menguraikan sampah melalui pemanasan) yang hasilnya berupa minyak. Mengolah sampah plastik menjadi bahan bakar minyak bukan hal yang baru. Masih banyak hal yang perlu dievaluasi dari pelatihan ini. Namun paling tidak, kegiatan ini dapat mengajak warga sekitar khususnya untuk mengerti dan terampil mengolah sampah sendiri menjadi berdaya. Dengan keberdayaan ini, mereka termotivasi untuk melakukannya secara massif. Dengan demikian, upaya meminimalisir jumlah sampah dan memperpendek masa penguraian sampah plastik yang biasanya memakan waktu puluhan hingga ratusan tahun pun akan terlaksana. Demikian pula efek buruk hasil pembakaran sampah plastik yang memberi kontribusi kepada global warming ini juga dapat terminimalisir.

Narasumber juga memberi cara pandang berbeda, yaitu bahwa sampah plastik bukan sampah anorganik karena bisa terurai. "Persoalannya adalah bagaimana plastik terurai secara cepat, "Ungkap Irham. Proses penguraiannya melalui pemanasan hingga 300 derajat Celsius. Sisa atau residunya bisa dimanfaatkan untuk membentuk bahan-bahan lain misalnya balok batako, asbak dan barang-barang kerajinan lainnya.  

Evaluasi dari hasil pelatihan ini antara lain, diperlukan uji laboratorium jenis minyak yang dihasilkan dari proses pemanasan sampah plastik. Apakah jenis minyak tanah, solar ataukah jenis premium. Sementara manfaat secara umum dari pelatihan ini adalah menumbuhkan semangat warga untuk memberi kontribusi signifikan bagi kebaikan lingkungan alam sekitar. Inilah wujud timbal balik positif yang bisa kita lakukan kepada alam sebagai karunia Tuhan kepada kita. (Ed.)

Galeri Video

We use cookies to improve our website. Cookies used for the essential operation of this site have already been set. For more information visit our Cookie policy. I accept cookies from this site. Agree